mungkin ini judul pertama tulisan yang gue buat. meskipun gue gak terlalu keren dalam hal menulis, paling gak gue bisa ngungkapin isi hati gue di sini. bukan eksis tujuan gue, bukan pula rasis ini hanyalah sikap kritis terhadap diri pribadi. banyak orang yang selalu berpikir dirinya itu serba kurang, serba tidak ada serba salah dalam menjalani hidup ini. gue bilang gitu bukan berarti gue gak pernah kayak gitu. pernah banget malahan tapi dari itu gue belajar arti dari kehidupan ini. jatuh menjatuhkan itu pasti ada tapi entah dari mana asalnya, jawaban sederhananya hanya Tuhan yang tau. So.. tegarlah jangan hanya protes kepada negeri ini, menyalahkan pemerintah yang seolah bertindaka semaunya. bukannkah mereka berdiri di ata singgasananya karena kita. bukan seperti negeri lainnya yang naik Tahta karena keturunannya. kita negara Demokrasi  yang dari Rakyat,oleh rakyat, untuk rakyat. tapi apakah benar seperti itu? sebenarnya hampir seperti itu, hanya saja tak sesuai dengan realita kita saat ini. kita masih terpengaruh dengan budaya-budaya Barat yang berpikir individualisme begitu melekat. hallo.. Negara kita apakah seperti itu? kita berbeda! kita merdeka karena jasa para pahlawan kita berjuang untuk sebuah kata MERDEKA INDONESIAKU. entah tak bisa ku bayangkan seperti apa dulu negeri ini saat masih di injak-injak. dengan seenaknya mereka penjajah memperlakukan seperti binatang, mau tembak ya tembak, mau tampar yaa tampar. ingat cerita di buku yang mengatakan wanita sangat di lecehkan, di permalukan, di anggap tidaka setara dengan laki-laki, bahkan lebih rendah. padala mereka wanita juga manusia.
maukah kita kembali ke zaman itu? tentu tidak. namun ada yang sangat saya rindukan di zaman itu. yahh.. ketika seluruh pemuda negeri ini berteriak bersama untuk memperjuangkan bangsa, para orang tua yang siap dengan bambu runcingnya. para perempuan yang memperjuangkan haknya. mereka bergerak maju bersama untuk beraksi. tidak hanya hanya duduk dan menunggu hasil keputusan sidang Jessica wkwkwkwkw. (bercanda). berjuang demi majunya negeri ini bukan seperti itu. kemudian berkomentar di social Media turunkan Ahok!!!. ayolah kita butuh lebih dari itu. aksi dan beraksilah layaknya seorang pahlawan tanpa ada rasa ragu-ragu taupun takut mati. yang terbesit hanya bagaimana aku berjuang sampai di akhir sekuat tenaga, mikir mati nanti aja, walau matipun paling gak di atas tiang kebenaran. berjuanglah dengan segala apa yang kamu punya. ga bisa harta yaa masih ada badan yang masih bisa bergerak.
mari bersuara,, membangun negeri ini  untuk lebih baik. ayo buatlah seluruh mata dunia tetuju disini karena teriakan suaranya .

merdeka Indonesiaku,
Demokrasiku,
Negarawan Muda Indonesia,
Bergerak.

Komentar